Teriakan Bisu

Mungkin semua orang, semua lelaki, khususnya suami pernah merasakan hal yang sama. Seperti apa yang kurasakan. Ingin teriak tapi tidak terdengar oleh orang yang diteriakinya. Rasanya seperti menahan kencing terlalu lama pas mau di keluarkan hanya sedikit dan sakit rasanya. Perumpamaan yang tidak enak 😂😂😅😅😆😆

“terkadang seorang pria pun ingin di mengerti bahwa tidak hanya wanita yang punya masalah, punya beban…”

Sayangnya, ketika wanita berkata “iya saya tau!” Tapi hanya di mulut saja. Tepatnya di bibir saja 😜.

Sehingga kita kadang lelah dan merasa sia-sia. “apa perlu saya ulang kata-kataku yang kemarin dan kemarinnya lagi?”

Tidak mudah memang menyatukan dua kepala dalam satu keluarga. Tidak mudah dalam ekonomi, tidak mudah dalam perasaan dan tidak mudah mengucapkannya setelah di jalani.

“teriakan itu tidak boleh bisu karena kebisuan bukanlah teriakan tapi ketidakpedulian”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s