Hidup untuk mati…

Standard

Merupakan kebesaran dan rahasiaNya, tentang hidup mati seorang hamba. Tidak satu pun yang tau dan tidak akan ada yang bisa menebak-nebak kapan dan dimana kita akan di jemput ajal. Apakah kita akan mati secara wajar atau tidak. Ataukah kita mati dengan meninggalkan keikhlasan orang-orang di sekitar?

Pertanyaan yang tidak perlu jawaban. Tapi perlu menjadi renungan kita semua. Ketika kita di tinggal mati seseorang yang penting dalam hidup ini, apakah dia Ayah, Ibu atau sahabat. Yang terpenting adalah seberapa berkualitasnya sikap dan keikhlasan kita semasa hidupnya.

Benar kata orang, bahwa penyesalan selalu di belakang. Maka dari itu bagi kita yang memiliki orang tua, sodara(i), sanak famili bahkan sahabat, untuk menjalin hubungan yang berkualitas satu sama lain.

“Pada dasarnya kita sudah melakukan kebaikan, namun selalu terasa kurang untuk orang yang kita sayangi”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s