Matematika Tuhan vs Matematika HambaNya

Standard

Ada hal menarik yang ku simpulkan dari percakapan dengan seorang sahabat melalui BBM beberapa hari yang lalu.

Dia seorang pekerja keras dan sukses dengan penghasilan yang lumayan besar. Namun, di antara harta berlimpahnya yang di capai dengan kerja keras dia merasa ada yang kurang. Dia tidak memiliki seorang pendamping hidup, tepatnya seseorang yang mencintainya dengan tulus. “Percuma rumah besar, mobil dan uang banyak jika selalu terasa ada yang kurang dalam hidup” itu katanya.

Aku iri karena tidak sukses seperti dia, dan dia iri karena aku memiliki orang-orang yang tulus di sekitarku. Kamu iri melihat kebahagiaan seseorang, tapi mungkin seseorang iri melihat pencapaian hidupmu.

Terkadang kita di saat kesusahan akan berkata “Tuhan tidak adil” padahal cara pandang setiap manusia kadang terfokus pada apa yang menjadi keinginan nya. Bukan pada apa yang di butuhkannya.

“Tuhan memberimu apa yang kamu butuhkan, bukan apa yang kamu inginkan”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s