Ketika Gila menjadi pilihan.

Standard

Semua manusia pasti pernah merasakan yang namanya tertekan, depresi yang penyebabnya bisa apa saja. Stres karena sesuatu hal. Misalnya, di putusin pacar, di tinggal menikah oleh sang pacar, bangkrut, atau mungkin tertekan karena selama ini hidupnya di dominasi oleh orang terdekatnya.

Mungkin belum ada yang tertekan karena mendadak kaya, mendadak sembuh dari sakit yang bertahun-tahun di derita. Adalah hal lucu ketika kita tertekan ketika mendapat sesuatu yang baik. Karena sudah sangat mainstream seseorang tertekan ketika mendapat kesulitan.

Namun, ketika kita belum siap mendapat semua hal baru yang ntah itu hal baik atau buruk, mungkin gila adalah pilihan terbaik selain melarikan diri ntah kemana. Penderitaan yang menyakitkan setiap orang rasakan adalah ketika mereka ingin teriak tapi suara tak bisa keluar setelah mencapai tenggorokan. Terasa di cekik oleh kekuasaan. Ntah itu kekuasaan istri/suami dalam sebuah keluarga, kekuasaan seorang pimpinan dalam sebuah perusahaan, hingga kemampuan mertua yang bisa setiap saat mengontrol menantunya sesuai kehendaknya.

Yaa, gila adalah pilihan pertama setelah gantung diri. Sekarang kembali ke pribadi masing-masing siapkah menjadi gila atau berpura-pura waras karena ingin di anggap kuat?

“Kegilaan yang nyata adalah ketika seseorang sedang merasakan cinta, ntah cinta itu kepada benda mati, makhluk hidup atau kepada diri sendiri”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s