Maya oh Maya…

Standard

Terlalu kaku rasanya ketika setiap akun sosial media yang ku punya (Path, Facebook, Twitter, dll) hampir memiliki timeline yang senada. Mulai dari curhat tentang pacar, awal bulan sebagai awal hidup baru, hingga doa dan harapan seolah-olah sedang curhat kepada Tuhan 😜 padahal belum tentu Tuhan bikin akun sosmed 🤔.

Tidak bermaksud mengkritik atau mencela apa yang menjadi status mereka sih. Hanya saja terkadang seperti melihat seseorang yang sedang pamer tapi tanpa niat pamer. Ntah istilah kekiniannya apa tapi sepertinya memang menyindir sih status yang menyebut kekhilafan seseorang. Apalagi tentang ketaatan seseorang dalam beribadah. Mungkin mereka lupa bahwa hubungan seorang hamba dengan Tuhannya tidak di tunjukkan melalu update status. Kecuali Tuhan memberi perintah langsung kepada malaikat untuk membuat akun sosial media agar hamba-hambaNya yang lebih aktif di dunia maya bisa sekalian berdoa. 😅😅😅😅 *uups maaf*

“ibadah seseorang tidak di nilai melalui update statusnya, tapi malah menunjukkan betapa lemah dan kesepiannya dia yang memilih curhat di sosial media.”

Semua orang punya cara sendiri menunjukkan eksistensi dirinya. Sekarang tergantung penilaian dari orang lain, dan mau di nilai seperti apa kita pada akhirnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s